RUMAH ORANGTUA JUGA RUMAH ANAK, TETAPI RUMAH ANAK BELUM TENTU RUMAH ORANGTUA (anonim)

Penggalan kalimat di atas adalah wujud dari keseharian kehidupan manusia.

Sejak lahir sampai dengan mandiri, seorang anak tinggal di rumah orangtua yang kemudian juga dapat diwariskan kepada anaknya. Tetapi sesudah dewasa dan mandiri, rumah anak belum tentu juga menjadi rumah bagi orangtuanya.

Seorang anak tidak segan untuk datang kembali ke rumah orangtuanya, yang disebut dengan pulang ke rumah, tetapi orangtua mungkin akan segan datang ke rumah anaknya yang sudah berkeluarga, yang sebutannya adalah berkunjung ke rumah anak dengan alasan ingin lihat cucu, ini pun jika anaknya sudah berkeluarga dan memperoleh keturunan.

Pada kearifan lokal, terlihat bahwa istilah berkunjung ke rumah anak dengan pulang ke rumah bagi si anak, tentulah mengandung suatu hikmah yang dalam.

Hikmah tersebut adalah bagi orangtua pintu rumah selalu terbuka bagi kedatangan anak, tetapi pintu rumah anak belum tentu selalu terbuka bagi kehadiran orangtuanya.

Inilah yang dimaksud dengan kasih sayang orangtua berbeda dengan kasih sayang anak, yang ada adalah pengabdian anak kepada orangtua. Kasih sayang tingkatannya lebih luas daripada pengabdian. Kasih sayang tidak memerlukan timbal balik sedangkan pengabdian memerlukan timbal balik.

0 Responses to “RUMAH ORANGTUA JUGA RUMAH ANAK, TETAPI RUMAH ANAK BELUM TENTU RUMAH ORANGTUA (anonim)”



  1. Leave a Comment

Tinggalkan Balasan




Jumlah Pengunjung

  • 351,881 pengunjung

Artikel Terkini

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabung dengan 12 pelanggan lain

Top Rating


Eksplorasi konten lain dari Dengan Berbagi Pengetahuan Menuju Peradaban Masyarakat Cerdas

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca