CARA MENGATASI KEMELUT DAN KRISIS DENGAN SHALAT YANG KHUSYUK

Pergaulan hidup manusia mengharuskan manusia menghadapi berbagai keadaan dengan cara yang bijak supaya dapat selamat dalam pergaulannya.

buku shalat_NEWDengan kehadiran buku “Zikir dan Do’a Mendirikan Shalat yang Khusyuk Mencegah Manusia dari Perbuatan Keji dan Mungkar” telah menjadikan kegersangan sosial menjadi tersegarkan.

Apakah benar mendirikan shalat yang khusyuk dapat mengatasi kemelut dan krisis yang melanda umat? Kehadiran buku ini menjawab pertanyaan demikian, cukup dengan pendidikan mendirikan shalat yang khusyuk semua anak cucu dan umat manusia menjadi shaleh dan shalehah (baik), tidak kacau, pengajaran yang besar dan canggih, kunci seluruh kebaikan, mendapat kemakmuran dan keamanan serta keselamatan yang abadi, tercegah dari perbuatan keji dan mungkar/menjijikkan dan porak poranda, dapat berzikir dan berdoa yang paling lengkap dan paling indah kepada Allah SWT, serta terhindar dari azab neraka saqar.

Buku ini pun mengajak untuk menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong manusia dalam kehidupannya. Hal lain yang tidak penulis ketemukan pada buku-buku lain, adalah penjabaran dari “sabar” yang bermakna T-7, yakni TENANG, TAHAN, TABAH, TEKUN, TELITI, TANGGULANGI, dan TAWAKKAL (menyerah setelah berdaya upaya).

Selain itu juga ada M-7, yakni MEMBACA, MENTERJEMAH, MENGKAJI, MENELITI, MENGHAYATI, MEMAHAMI, dan MENGAMALKAN.

Adapun M-7 itu adalah MEMBACA: membaca dengan tertib dan fasih seluruih bacaan shalat; MENTERJEMAH: mencari tahu arti baca-bacaan dalam shalat tersebut; MENGKAJI: mencari kebenaran yang tersirat dan tersurat di dalam shalat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari; MENELITI: mengevaluasi sejauh mana shalat bisa berperan dalam hidup dan kehidupan; MENGHAYATI: sepenuh perhatian dan konsentrasi yang mantap, supaya khusyu’/seirus; MEMAHAMI: makna dan hikmah yang terkandung di dalam ibadah shalat; MENGAMALKAN: dengan sempurna baik dalam ruang lingkup wilayah shalat itu sendiri, maupun dalam praktek hidup sehari-hari, di rumah tangga/keluarga, tetangga, masyarakat, bangsa dan negara.

Selain itu, dengan shalat yang khusyuk dapat terbinalah manusia yang T.O.P.P. (tegar, optimis, prima, percaya diri).

Pengarang buku ini pun mengajak pembaca juga mengamalkan S-7, yakni SYAHADATAIN (selamat dari syirik dan bid’ah dholalah), SHALAT (selamat dari keji dan mungkar), SHADAKAH/ZAKAT (selamat dari kemiskinan/kesenjangan soisal), SHIYAM/PUASA (selamat dari kehancuran), SHILATURRAHMI (selamat persaudaran), SYUKUR (selamat dari kufur nikmat/azab yang keras) dan SHABAR (selamat dari putus asa/lemah jiwa).

Akhirnya untuk membuktikan apakah shalat dapat mengatasi kemelut dan krisis yang melanda manusia hanyalah dengan cara mempraktekkan dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari yang akan menjadi kebiasaan baik.

1 Response to “CARA MENGATASI KEMELUT DAN KRISIS DENGAN SHALAT YANG KHUSYUK”


  1. avatar lee 1 lee Agustus 19, 2014 at 9:11 am

    dimana buku ini boleh diperolehi


Tinggalkan Balasan




Jumlah Pengunjung

  • 351,870 pengunjung

Artikel Terkini

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabung dengan 12 pelanggan lain

Top Rating


Eksplorasi konten lain dari Dengan Berbagi Pengetahuan Menuju Peradaban Masyarakat Cerdas

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca