Misteri kehidupan tidak ada yang mengetahui sebelum Tuhan membukanya. Setiap amal dinilai pada akhirnya dan bukan pada awalnya. Layaknya kala sebagai murid atau pun mahasiswa. Selalu ada ujian pada akhir pendidikan. Kehidupan pun seperti itu, selalu dinilai pada akhirnya, sehingga dikenal dengan hari akhirat.
Tidak masalah, apakah dia seorang penjahat tulen, atau pun seorang yang beramal sholeh.
Kehidupan adalah untuk dijalani sesuai dengan roda kehidupan dan untuk dinikmati atas apa-apa yang telah Tuhan anugrahkan dan karuniakan kepada manusia.
Tuhan pun tidak memerlukan ibadah kita kepada-Nya, tetapi Tuhan tidak mau manusia mendustakan nikmat dan karunia yang telah diberikan oleh-Nya.
Salah satu jalan untuk tidak mendustakan nikmat dan karunia-Nya adalah dengan bersyukur, yakni mengetahui dan menyadari bahwa segala sesuatu yang ada pada dirinya dan yang telah dirasakan pada dirinya, baik itu sebagai seorang penjahat atau pun orang yang beramal sholeh, adalah berasal dari Tuhan Yang Maha Esa.
Penjahat dan orang yang beramal sholeh bagaikan kedua tangan yang dimiliki manusia, jika tidak ada salah satu tangan, maka hidup terasa tidak nikmat.
Dengan adanya penjahat, hidup terasa nikmat karena selalu ada berita-berita menarik yang dapat diulas, sedangkan jika hanya ada penjahat dan tidak ada orang yang baik maka hidup pun terasa hambar karena tidak ada yang bisa dijahatin.
Hikmah dibalik penciptaan-Nya adalah tidak ada yang tidak bermanfaat. Baik itu dia orang penjahat atau pun orang yang beramal sholeh selalu mempunyai nilai manfaat.
Serta dengan BERSYUKUR kepada-Nya itulah sebagai jalan bahwa kita mengakui keberadaan-Nya.
Pos - RSS
0 Responses to “SYUKUR SEBAGAI PENJAHAT ATAPUN ORANG BAIK”