Wajah yang kelabu dan menyesal, tergambar dari Fulan yang menjadi terdakwa.
Penyesalan terdalam, Fulan dengan mata berkaca-kaca, “Ia, pak hakim. Saya cemburu melihat ia bersama orang lain,” imbuh Fulan.
“Padahal saya cinta sama dia,” dengan linang air mata menyertai ucapannya.
Selesai Fulan bercerita hubungannya dengan korban, pak hakim mengetahui akar permasalahan dari itu semua, yaitu nafsu. Pak hakim dengan suara yang berwibawa berkata, “Ada perbedaan antara nafsu dengan cemburu, hai Fulan.” Dengan nada agak tinggi. Continue reading ‘CEMBURU ATAU NAFSU’
Pos - RSS