Tergugah dengan artikel “Orang kaya bersedekah itu biasa. Tapi kalau yang bersedekah orang miskin, apalagi sedekahnya berupa pendidikan, itu baru luar biasa. Kiswanti, seorang ibu rumah tangga di Parung, Bogor, Jawa Barat, membuktikan bahwa orang tak mampu pun bisa bersedekah seperti orang kaya. Di rumahnya yang sederhana, ia membuat taman pendidikan buat anak-anak di kampungnya. Gratis.” telah menyadarkan penulis, orang-orang kecil dapat berjasa besar dalam pembangunan bangsa. Mungkin perbuatannya hanyalah dipandang kecil, tetapi jika dilihat dari kapasitas dan kedudukan sosial dapat dipandang perbuatan orang kecil dapat bermakna besar dalam pergaulan kehidupan sosial.
Seperti penggalan kutipan berikut:
“Cukup ganjil untuk ukuran seorang pembantu rumah tangga lulusan SD. Ia mengangankan punya sebuah perpustakaan yang bisa diakses siapa saja secara gratis. Pengalaman masa kecil membuat Kiswanti sadar betul pentingnya pendidikan yang terjangkau oleh semua orang.”
“Untuk menambah koleksi buku, Kiswanti mengaku harus berhemat luar biasa demi bisa membeli buku bekas secara kiloan atau buku-buku diskon di hari terakhir pameran. Setiap bulan ia menempuh laku yang di masyarakat Jawa dikenal sebagai tirakat. Kiswanti menyebut lakunya sebagai "melaparkan diri". Setiap bulan ia mengurangi jatah makannya selama sepuluh hari. Uang yang bisa dihemat dari tirakat itu kemudian ia gunakan untuk membeli buku.”
Apakah kita bisa melakukan seperti itu?
Pos - RSS