​SABAR DAN SYUKUR, RESEP KEBAHAGIAN HIDUP

Pergaulan hidup membawakan kebijakan dalam menyikapi ujian kehidupan yang fana. Penulis mendapatkan dari perbincangan keseharian tentang hikmah hidup.
Lawan bicara mensarikan perjalanan hidupnya dengan dua kata yang sederhana. Sabar dan Syukur. Sabar dalam menjalani musibah dan syukur dalam mendapatkan kenikmatan.

Benar ada kiranya, kedua hal yang sederhana tersebut dapat membawakan kebahagian hidup, sebagaimana firman Allah: Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, dan barangsiapa bersyukur niscaya Allah akan menambah nikmat-Nya

Sabar dalam artian tiada kediaman, tetapi keadaan bergerak dan berusaha dalam beramal, sedangkan syukur dalam artian selalu RKS (rawat, kembangkan, dan selamatkan).

Ketidaksabaran menyebabkan iblis keluar dari surga, karena ia tidak sabar dalam menjalani perintah Allah untuk hormat kepada Adam, dan ketidaksyukuran menyebabkan Adam keluar dari surga karena Adam dan Hawa tidak merasa cukup atas kenikmatan yang telah Allah berikan kepada mereka.

Sabar dan syukur bagaikan dua bola yang harus diikat dengan tali KEYAKINAN. Keyakinan kepada Allah untuk selalu sabar dan syukur yang melahirkan kebahagian hidup.

Ketidakyakinan iblis atas ketetapan Allah mengakibatkan iblis terusir dari surga, dan ketidakyakinan Adam dan Hawa kepada perintah Allah mengakibatkan mereka terusir dari surga pula.


Jumlah Pengunjung

  • 351,096 pengunjung

Artikel Terkini

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabung dengan 12 pelanggan lain

Top Rating


Eksplorasi konten lain dari Dengan Berbagi Pengetahuan Menuju Peradaban Masyarakat Cerdas

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca