Buku karangan Prof. Dr. Jalaluddin dapat dianggap merupakan bantuan bagi kemudahan kalangan umat Islam yang merindukan sistem pengajaran yang otodidak untuk menulis dan membaca huruf Al-Quran.
Kehadiran buku ini sebagai jawaban dari dihapuskannya mata pelajaran baca tulis Arab-Melayu yang merupakan salah satu peninggalan ulama Nusantara yang bersifat monumental.
Buku ini pun sebagai pelepas dahaga remaja muslim yang buta huruf baca tulis huruf Al-Qur’an dan sebagai jembatan juran pemisah remaja melek baca tulis huruf Latin tetapi buta baca tulis huruf Al-Qur’an.
Kenapa disebut Metode Tunjuk Silang? Dikarenakan pengarang buku ini menerapkan paduan abjad Latin-Arab. Huruf-huruf Al-Qur’an yang tertulis dalam huruf dan bahasa Arab dibaca dari kanan ke kiri, sebaliknya bila huruf Al-Qur’an tersebut ditulis dalam huruf latin akan tampak adanya persilangan letak huruf yang saling tunjuk dan jika dihubungkan akan membentuk garis tanda silang (X).
Sungguh metode ini dapat sebagai penambah khazanah keilmuan membaca Al-Qur’an di kalangan umat muslim di Indonesia.
Pos - RSS
I couldn’t resist commenting. Very well written!